Tugas pemerintah dalam hal ini adalah mengoptimalisasikan peran koperasi dan mencari peluang pemasaran bagi berbagai hasil yang diproduksikan oleh rakyatnya. Hasil pertanian dan peternakan rakyat ditampung dan dibayar oleh koperasi dan koperasi menjual kepada pihak pembeli dan keuntungan koperasi didistribusikan kembali kepada para anggotanya dalam bentuk sisa hasil usaha. Atau bisa juga pemerintahnya yang mencari peluang pasar. Tidak ada salahnya ketika ke Jawa atau ke berbagai pusat perdagangan berbagai komoditas misalnya, seorang Gubernur bisa jalan-jalan ke toko buah atau pasar pertanian untuk mencari kemungkinan menjual produk pertanian rakyatnya. Di Timor misalnya, sangat mudah tumbuh pisang Dilli yang kecil buahnya, namun renyah rasanya. Petani di sana tentu kesulitan akan menjual ke mana pisang jenis ini, sedangkan pisang ini bisa saja ditawarkan sebagai pisang timor organik yang memiliki nilai jual yang unggul baik sebagai produk asli maupun olahannya.
Hal yang penting adalah pemimpin NTT harus berjiwa entrepreneur. Seorang entrepreneur akan selalu berpikir bagaimana mengadakan sesuatu yang tidak ada atau mengoptimalkan sesuatu yang ada. Untuk wilayah seperti NTT, pemimpin seperti ini sangatlah dibutuhkan. Seorang pemimpin juga harus didukung oleh kemampuan mengumpulkan, mengolah dan menganalisis berbagai informasi dari berbagai sumber sehingga bisa mensinergikan berbagai potensi yang ada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar